Adab ketika Membaca Al-quran

Al Qur’an merupakan pedoman hidup semua umat Muslim di Dunia. Allah Swt menurunkan Al Qur’an kepada umat manusia khususnya kepada umat muslim melalui nabi junjungan  kita nabi Muhammad Rasulullah Saw agar umat manusia bisa menempuh perjalanan hidupnya benar. Intinya dalam kitab suci Al Qur’an terdapat petunjuk jalan yang lurus yang dapat membimbing kita menempuh jalan hidup, agar selamat dunia dan akhirat nanti.

Rasulullah Saw bersabda “ Sebaik-baik kamu adalah orang yang membaca dan mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”. (HR.Bukhori)

Agar hidup kita lebih tenang, bacalah Al Qur’an setiap hari. Karena Al Qur’an terdapat banyak sekali faedah atau manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dalam membaca Al Qur’an terdapat adab-adab ketika akan membacanya. Adapun adab-adab ketika akan membaca Al Qur’an:

1. Membaca dengan niat ikhlas untuk mengharap ridha Allah.

Tujuannya agar apa yang kita niatkan hanya Allah yang akan membalas nanti, di dunia maupun di akhirat. Jika kita tidak niat atau niatnya hanya karena dunia semata, akan rugi nantinya di akhirat kelak. Maka niatkanlah dengan ikhlas karena ingin mendapat ridha Allah.

2. Disunnahkan berwudhu sebelum mengambil atau membaca Al-Qur’an.

Alangkah baiknya berwudhu sebelum mengambil dan membaca Al-Qur’an supaya diri ini dalam keadaan suci. Karena kitab Al-Qur’an merupakan kitab suci yang harus dijaga kesuciannya dan kesempurnaanya.

3. Membersihkan mulut dan memakai pakain yang rapi, bersih, dan suci.

Bersiwaklah atau saat ini bisa menggunakan sikat gigi dan pasta gigi. Supaya ketika membaca Al-Qur’an terasa segar dan nyaman tidak terdapat kotoran setelah makan atau yang lain di mulut.

Dalam berpakaian juga harus sesuai. seperti pakain yang rapi, bersih, wangi, dan suci. Karena yang kita baca merupakan Kitab Suci Al-Qur’an yang penuh kemuliaan.

4. Membaca Al-Qur’an ditempat yang suci dan bersih.

Tempat yang bersih contohnya di masjid, karena masjid tempat yang suci dan dimuliakan. Selain di masjid usahan di tempat yang bersih, suci dan sesuai. Tidak asal memilih tempat walaupun bersih.

5. Disunnahkan menghadap kiblat.

Seperti halnya sholat, kita dianjurkan menghadap kiblat ketika membaca Al-Qur’an supaya lebih barokah, sakinah, dan tenang.

Mulailah pertama kali dengan membaca Isti’adhah.

Allah berfirman dalam Surah (An-Nahl: 98)

mm

ِِِِArtinya:

“Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur’an mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

Kata lain dari Isti’adhah adalah Ta’awudz. Menurut jumhur ulama (mayoritas) adalah

“A’udzu billahi minasy syaitonir rojiim.”

Artinya: “Aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk.”

Dengan membaca ta’awudz agar supaya terhidar dari godaan setan ketika membaca Al-Qur’an.

6. Membaca Basmalah ketika awal surah, kecuali surah At-Taubah.

Ketika akan membaca  Al-Qur’an di pertengahan surah, cukup hanya membaca ta’awudz saja.

7. Membaca Al –Qur’an dengan bacaan yang tartil.

Sudah dijelaskan dalam surah (Al-Muzzamil: 4)

gg

Artinya:

“Atau lebih dari (seperdua) itu,dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.”

Jadi dalam membaca Al-Qur’an tidak boleh sembarangan. Harus dengan baik sesuai tajwid yang sudah ditentukan atau diajarkan dari Rasulullah sampai saat ini. Dan tidak boleh juga membaca Al-Quran dengan tergesa-gesa. Harus perlahan-lahan seperti dalil yang terdapat dalam surah Al-Muzzamil ayat 4.

8. Memperindah suara ketika membaca Al-Qur’an.

Dari Abu Hurairah ra, berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “ Tidaklah Allah mengizinkan sesuatu seperti yang Dia izinkan kepada seorang nabi yang bagus suaranya, dimana beliau melagukan Al-Quran dengan keras.” (HR.Bukhori).

Maksud hadits diatas ialah jelas seperti makhroj hurufnya, panjang pendeknya, washol atau berhenti yang tepat.

9. Ketika membaca Al-Qur’an hendaknya dalam keadaan khusu’ dan mentadaburi (merenungkan) setiap ayat yang dibaca.

Ayat yang memenrintahkan untuk mentadaburi terdapat dalam surah (Muhammad: 24)
oke

“Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an, ataukah hati mereka sudah terkunci?”

Terdapat juga dalam surah (Al-Isra’: 109)

Untitled

“Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusu’.”

10. Membawa dan Meletakkan Al-Quran dengan benar.

Tidak sedikit orang yang membawa atau meletakkan kitab suci Al-Qur’an yang kurang sesuai. Seperti membawanya di tenteng atau di ayun-ayun. Kemudian meletakkan disembarang tempat, apalagi di tempat yang ukurannya dibawah pusar kita.

Ketika meletakkan Al-Qur’an, letakkanlah minimal di atas pusar kita. Jika di bawah itu, kita tidak menghormati kitab suci Al-Qur’an kita sendiri namanya. Ketika membawa juga harus baik dan sopan. Maksudnya menghormati, seperti membawanya di dada dengan satu tangan atau kedua tangan. Itu lebih baik dan sangat menghormati.

 

 

Leave a Reply