Entah Apa yang Dipikirkan Guru ini Sampai Harus Menggunakan Kekerasan

Kisah seorang guru SD yang mengajar di kampung. Dia memiliki murid yang setiap harinya datang sekolah terlambat. Baju muridnya terlihat berantakan dan kotor. Guru ini selalu bertanya tentang baju yang kusut tersebut kepada muridnya. Namun murid tersebut hanya berdiam diri.

Guru tersebut masih sabar terhadap keadaan pakiannya. Akhirnya, guru ini kehabisan kesabaran dengan sikap murid tersebut yang selalu datang terlambat. Pada mulanya guru ini hanya memberi nasehat kepada murid tersebut. Karena sering terlambat, akhirnya guru ini terpaksa menjalankan janjinya untuk memukul murid tersebut jika masih terlambat.

Anehnya, murid tersebut ketika terlambat datang sekolah, sesampainya di kelas murid tersebut hanya menyerahkan tangannya untuk dipukul dengan rotan. Namun dia datang ke sekolah dan masih saja terlambat.

Suatu hari guru ini menyempatkan untuk mengintip kenapa muridnya itu selalu datang terlambat. Setalah mendapat alamat rumah murid tersebut guru ini mencari alamat tersebut. Murid tersebut tinggal tidak jauh dari sekolahnya.

Setelah mengetahui rumahnya, dari jauh guru ini melihat rumahnya yang miskin. Guru ini juga melihat muridnya pulang dengan berlari. Di depan rumahnya terdapat seorang ibu dan anaknya sedang menunggu kakaknya yang sedang  berlari tersebut. Dengan tergesa-gesa muridnya melepas baju untuk di berikan kepada adiknya yang sedang menunggu kedatangnnya.

Ternyata baju seragam yang dimiliki keluarga murid tersebut hanya satu saja. Guru ini menangis dari kejauhan setelah melihat apa yang terjadi sebenarnya. Dia merasa bersalah karena selalu memukul muridnya karena terlambat datangsekolah.

Keesokan paginya, seperti biasa murid ini datang terlambat sekolah. Kemudian di depan gurunya, murid tersebut langsung menyerahkan tangannya untuk dipukul oleh guru ini. Tetapi guru ini tidak memukulnya, melainkan menjabat tangannya dan memeluknya. Guru ini meminta maaf selama ini telah memukulnya.

“Maafkan cikgu (guru), kenapa kamu tak ceritakan ke cikgu, dan kenapa kamu biarkan cikgu pukul kamu?” kata guru ini kepada muridnya.

Kata murid tersebut, ibunya sering berpesan.

“Ingat nak, jangan meminta-minta pada orang, jangan ceritakan kemiskinan kita pada orang, kalau cikgu nak pukul, serahkan saja tangan kamu.”

Kejadian itu cukup menginsafkan guru ini. Setelah kejadian itu, guru tersebut dan guru yang lain serta pelajar, mencoba untuk membantu sebisa yang mampu.

Leave a Reply