Menyeberang Pulau Pertama Kali

Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di Dunia. Tidak seperti kebanyakan Negara-negara lain yang dalam satu daratan terdapat beberapa negara-negara.

Banyak keinginan-keingnan setiap orang untuk menyeberangi pulau-pulau di Indonesia. Termasuk aku yang rasanya ingin travelling ke pulau-pulau negaraku tercinta.

Bukan hanya menyebrang pulau saja terus pulang, melainkan mengunjungi kota-kota yang ada disetiap pulau, mengunjungi wisata-wisatanya. Termasuk mempelajari dan mengenal banyak hal. Karena Indonesia ini banyak sekali budaya, bahasa, suku agama, dsb. Apalagi makanan-makanan khas dari setiap daerah di Indonesia begitu banyak aneka rasa setiap daerahnya.

Pulau yang pertama aku singgahi yaitu pulau Sumatra. Walau masih di lampungnya saja sih, belum semua terjamah. Aku kesana ketika akhir-akhir tahun 2014, tepatnya akhir bulan desember. Itu juga setelah selesai semester pertama aku kelas tiga SMA.

Sebelum kesana pastinya aku punya temen yang tinggal disana. Kalau tidak punya temen dari sana mungkin belum bisa kesana kali. Kan kalau punya temen dari sanakan, temen kita yang tau lebih banyak tentang daerah tempat tinggal mereka walau tidak banyak. Setidaknya kita ada yang tau banyak daerahnya ketimbang kita masih baru ketempat baru.

Sebelumnya aku diajak temenku untuk main ketempatnya. Dan sebelumnya juga temen-temenku yang lain sudah pada bermain kesana. Biasa, temen-temen yang main kesana pasti cs-an, maksudnya temen  akrab.

Aku dan temen-temenku sebelumnya merundingkan kapan untuk kesana. Termasuk merundingkan acara yang akan kita bikin disana. Kami merundingkan kalau disana diadakan tabligh akbar untuk para pemuda disana, tetapi setelah banyak pertimbangan dan resiko akhirnya acara tersebut tidak jadi. Bukan tidak jadinya diadakan acara kami tidak jadi kesana.

Tapi kami tetap akan kesana untuk refresing akhir tahun. Karena udah lama di asrama jarang kemana-kemana, ya kita  refresing aja. Dan akhirnya kita sepakat berangkat kesana setelah acara social trip di bogor. Kebetulan juga waktu itu ketika aku lagi ada rezeki, jadi aku bisa ikut.

Dan akhirnya waktu yang kita tentukan untuk berangkatpun tiba. Tetapi yang berangkat duluan aku sama temenku, namanya Charles gito. Dia merupakan tuan rumahnya. Karena dia yang tinggal di Lampung. Kami berdua berangkat dari pondok setelah sholat ashar. Dari keberangkatan kami berdua menuju Terminal Kampung Rambutan naik bus jurusan langsung menuju Pelabuhan Merak.

Akhirnya tiba juga di Pelabuhan Merak malam-malam. Kami menaiki kapal sekiar jam 21.00 dari Pelabuhan merak menuju Pelabuhan Bakauheni. Kami bermalam di luar kapal, maksudnya dibagian teras-teras kapal. Sekalian sambil liat-liat pemandangan.

skradin-950358_960_720

Pemandangannya indah lo. Kalian tau kalo malam laut seperti apa? Yang pasti bukan sunset ya? ya pastinya lautnya gelap nggak keliatan lah, orang nggak ada cahaya terang. Tapi mau gimana lagi, Cuma itu pemandangannya hehe.

Setelah beberapa jam, sekitar 3-4 jam kita sampai di Pelabuhan Bakauheni. Nah disitulah aku pertama kali menginjakan kakiku ke pulau Sumatra. Pengen sih keliling kota-kota di Sumatra. Tapi keadan masih belum memungkinkan. Insya Allah lain kali aku akan keliling kota-kota di Indonesia, Amiiin.

Kemudian kami naik bus jurusan Terminal Rajabasa dari pelabuhan. Beberapa jam kemudian kita tiba di Terminal Rajabasa hampir mau shubuh. Setelah keluar dari terminal, kita menuju branti, yaitu tempat tinggal Charles. Karena kita lama menunggu angkot, akhirnya kita terpaksa naik ojek dari terminal sampai ke rumahnya. Ternyata cukup jauh juga rumahnya dari terminal sampai rumahnya.

Ketika kita naik ojek berdua satu tumpangan, topiku terbang ditengah perjalanan. Yah akhirnya terpaksa aku nggak ngambil topi tersebut. Karena udah jauh masa berhenti balik lagi ngambilkan nggak mungkin. Sedangkan kita udah capek selama perjalanan semalam.Akhirnya kita sampai juga di rumahnya Charles. Setelah sampai sana langsung merebahkan badan terus tidur dah.

Leave a Reply