MOPD SMA

Setiap tahun pelajaran baru, sekolah menengah maupun sekolah tinggi tidak luput yang namanya masa orientasi peserta didik baru. Khususnya di sekolah baruku yang aku masuki tiga tahun lebih yang lalu. Sekarang pastinya aku sudah lulus dari sana. Sekolahku berbasis pondok pesantren. Jadi, pesantren juga sekolah.

Sekolahku terletak di Jl. Suka Mulya no. V, Ciputat, Tangerang Selatan. Aku tiba dari rumahku yang berada di semarang ke pesantren hari jumat bersama dengan orangtuaku. Setelah melaksanakan shoalat jumat, orangtuaku berpamitan untuk pulang. Aku mengantarnya sampai depan. Dalam hatiku aku ingin sekali orangtuaku untuk istirahat sebentar disini. Tetapi kata orangtuaku tidak bisa lama-lama. Mungkin ada sesuatu yang harus diselesaikan dirumah. Setelah itu aku pergi ke asrama untuk istirahat, karena perjalanan semalam yang cukup lelah.

Hari kedua di pesantren, tepatnya hari sabtu, aku mulai bercengkrama dengan teman baru yang lain. Nah ketika sedang bercengkrama dengan yang lain, tiba-tiba kami dimintai tolong oleh salah seorang ustadz pondok pesantren untuk memindahkan tanah dari lapangan ke halaman masjid. Tujuannya untuk  melebarkan teras masjid. Wih… ini baru pertama kali aku ngusung beginian, baru masuk lagi ke pesantren. Tapi dalam hatiku aku tidak merasa menjadi beban dalam hatiku. Justru aku merasa senang bisa saling tolong menolong.

Dua hari telah aku lalui di  pesantren. Hari senin pertama masuk sekolah. Kegiatan belajar mengajar masih belum aktif biasanya, yak karena masih status siwa baru. Biasa minggu pertama biasanya masih dalam proses masa orientasi siswa baru. Semua peserta didik baru berdiri dan bebaris di lapangan. Oleh panitia MOPD kita semua di bagi menjadi beberapa kelompok. Kemudian panitia membacakan apa yang harus diperisapkan untuk besok. Semua peserta didik baru menulis apa yang disuruh oleh panitia.

Dan hal yang paling mengherankan barang-barang yang disuruh bawa adalah barang-barang yang tidak aku mengerti sama sekali. Contohnya disuruh membawa permen jorok. Aku kebingungan apa itu permen jorok. Untungnya ada temen yang lulusan dari SMP tersebut, dia alumni. Ternyata permen jorok itu permen kaki. Dalam pikirku iya juga ya, bentuknya kaki terus diemut-emut. Emang jorok ya yang bikin tapi ada aja yang beli. Termasuk aku sih hehe, selain itu kita juga harus membuat tas dari karung. Huh aneh-aneh ni orang suruh bawanya ya?. Ya begitulah namanya masa orientasi.

mos

Hari selanjutnya seperti biasa aku dan yang lain masih dalam masa orientasi. Kami semua berkumpul dalam masjid untuk mengikuti materi dan perkenalan tentang sekolah tersebut. Nah di hari ini agendanya dari pagi sampai sore terdapat materi-materi. Dan malamnya para siswa disuruh tidur di sekolah. Loh kok disekolah?  asrama aja deket kok disekolah? ya karena setengah dari calon siswa barunya ada yang pesantren di asrama ada juga sebagian siswanya yang pulang pergi. Mungkin karena kapsitas asramanya yang kurang memadai atau yang lain yang jelas sih aku kurang tau. Pokoknya mah begitu.

Nah semua calon siswa diharapkan oleh panita datang maksimal jam 15.00 tepat disekolah. Mau ngapain ya. Yah ikutin aja apa kata panitianya. Ntar kalau nggak diikutin tau jadinya dah. Mungkin nanti paniti kepalanya berwarna merah terus ada tanduknya kali, hiiii serem bro.

Sebenarnya sih sudah diberi tau semua kalau malamnya ada pentas seni setiap kelompok. Kelompokku malah bikin pentasnya pas malam itu juga. Hebat kan kelompokku. Mau tampil baru bikin pentasnya. Setelah acaranya dimulai, barulah setiap kelompok-kelompok maju satu persatu. Tau kelompokku lagi apa? yang pastinya bukan lihat kelompok yang lain lagi pentas, ini malah lagi buat pentasnya. Ketika dipanggil suruh maju, alasannya ada aja. Sampai akhirnya yaaa, nggak jadi main. Dalam hati “ asyeeekkk, nggak jadi pentas, harga diri terselamatkan, hehe”.

Malam semakin gelap. Tapi sama aja sih nggak gelap, karena sudah ada lampu ya nggak gelap kayak jaman dulu. Akhirnya acaranya selesai juga, waktunya istirahat. Alhamdulilah akhirnya bisa istirahat juga. Tapi, istirahatnya di kelas. Kupikir istirahat di asrama. Ya nggak apa-apalah, yang penting bisa istirahat.

Tidur lelap, tidur nyenyak terasa nikmat ya, apalagi waktunya pas, mantap itu. Nah ketika baru tidur beberapa menit tiba-tiba sekitar jam 02.00 sudah dibangunin. Perasaan baru tidur sebentar sudah dibangunin. Emang ni orang nggak bisa hargain orang tidur apa ya? ya nggak gitu juga kali, namanya juga lagi dalam masa orientasi, hehe. Harus ngikutin panitia.

Biasa setiap suruh ngumpul sama panitia harus sesuai kelompok. Kalau beda kelompok gimana ya? pusing kali panitia. Mungkin pesertanya bingung juga kali. “Eh kelompok siapa lo? Perasaan gue nggak punya anggota yang jenggoten kayak lo”. Mungkin begitu kali ya reaksinya.

Malam-malam, larut banget lagi, suruh jalan ke pos-pos yang sudah di siapkan oleh panitia. Ada beberapa pos yang harus kami lewati. Pada pos pertama kita ditanyain materi yang didapat pada waktu kemarin kita ada materi di masjid.

“Apa materi yang kalian dapat dari materi kemarin?”. Tanya panitia.

“Nggak tau mas bro”. Kata salah satu temanku menjawab.

“push up kalian semua!!!”. Waduh suruh push up lagi. Gampang itu ma. Cuma push up, kirain suruh masuk kuburan, ya mati dulu kalau suruh masuk kuburan ma, hehe.

“Kalian ngantuk?”. Tanya panitia.

“Lumayan kak”. Kata salah satu temanku.

“Mending kalian bisa tidur, kakak para panitia nggak tidur sama sekali kalau kalian tau”. Kata panitia penjaga pos yang lain.

“Emang gua pikirin, salah siapa nggak tidur”. Kataku dalam hati.

Setelah ditanya-tanya akhirnya suruh lanjut. Nah disini nih yang bikin kesel setengah mati. Ya nggak mati beneran sih. Yang jaga pos anak kelas 3, SMP lagi, mending yang jaga anak SMA, ini SMP cuuy.Dibentak-bentak lagi. Masa kita anak SMA di bentak anak SMP. Rasanya mau meledak-ledak amarah. Suruh push up juga lagi. Ni anak kurang ajar sama yang lebih tua. Kualat ntar tu anak. Kita ma nggak bisa lawan, takut dimarahin sama gurunya ntar.

Akhirnya sampai pada pos yang terakhir. Di pos terakhir ini aku kaget, heran bukan kepalang. Sorry lebay dikit. Yang jaga tiga cewek. Kok heran yang jaga tiga cewek? maksudku bukan tiga cewek itu, tapi salah satu dari mereka itu badannya tinggi, gede. Pokoknya lebih dari pada laki-laki deh. Aku sampai keheranan “ Ini anak makan apaaa lagi? Bisa segede gitu?”. Ngomongnya juga galak lagi, mungkin lagi acting kali galaknya. Dan biasa setiap pos pasti ditanya-tannya ini itu. Kelompokku ma tinggal jawab aja, kalau bisa dijawab ya dijawab, kalau nggak bisa jawab ya tinggal bilang nggak tau, ribet amat ya? hehe.

Sampai juga deh di sekolah stelah muter-muter pos. Tapi  sebelum sampai gerbang mata kita ditutup pakai kain, terus suruh jalan satu persatu masuk ke halaman sekolah. Ini ngapain lagi pake tutup mata segala. Kita tu dituntun samapai suatu tempat kemudian suruh jongkok. Nah setelah semuanya sudah pada dihalaman ditutup mata, beberapa menit kemudian ada yang jerit, ada yang ngomong nggak jelas lah apalah gitu kayak orang nggak jelas. Kemudian dileherku ada yang goda-godain pake daun. “Apaan tuh?” dalam hati.” Ma  sa nakut-nakutin beginian doang, nggak ada yang yang lebih seru apa ya?”.

Akhirnya sebelum adzan subuh, acaranya sudah selesai. Sudah ngantuk, capek lagi. Ya ngeluh dikitlah nggak papa. Yang penting dah selesai.

 

Leave a Reply