Pengertian Sungai dan Jenis-jenis Sungai yang Ada di Indonesia

A. Pengertian Sungai dan Penjelasannya

id.bbbpics.com

id.bbbpics.com

Sungai merupakan sebuah aliran air yang memiliki kapasitas besar dan panjang yang mengalir secara terus menerus mulai dari sumber pertama atau disebut dengan hulu sampai menuju ke hilir atau muara.

Muara sungai adalah penghujung sungai dimana sungai bertemu laut. Sedangkan hulu sungai adalah awal mula atau sumber air mengalir yang akhirnya air menjadi banyak dan mengalir menuju suatu tempat yang lebih rendah.

Selain itu ada juga sungai yang mengalir di bawah tanah. Sungai yang mengalir di bawah ini disebut dengan “Underground River” contohnya sungai yang terdapat di Negara Vietnam yaitu sungai Hang Soon Dong, sungai bawah yang terdapat di Meksiko yaitu di Yucatan.

Akan tetapi jangan salah, di Indonesia sendiri juga ada loh yang mengalir di bawah tanah. Sungai ini merupakan salah satu sungai tersembunyi yang akhirnya menjadi salah satu objek wisata. Sungai tersebut salah satunya adalah sungai Goa Pindul di Gunung Kidul, Yogyakarta.

Pada sebuah studi bahwasannya sebuah sungai secara sederhananya sungai mengalir dan meresap ke dalam tanah guna untuk menemukan sungai lain atau badan air sungai lainnya.

Sungai juga merupakan sebuah tempat jalan bagi air hujan yang turun ke daratan untuk mengalir ke laut atau ke tampungan air yang cukup besar seperti danau. Sungai sendiri memiliki beberapa bagian atau terdiri dari beberapa bagian yang berawal dari mata air yang mengalir ke sungai.

Sungai utama atau sungai terbesar dan terpanjang merupakan gabungan dari beberapa anak sungai yang mengalir. Dasar sungai dan tebing yang terdapat di sebelah kanan dan kiri sungai biasanya merupakan sebuah batasan aliran air sungai yang mengalir menuju ke hilir atau laut.

Sungai adalah salah satu bagian dari sebuah siklus hidrologi. Umumnya air yang terdapat di dalam sungai terkumpul dari sebuah presipitasi , seperti hujan, embun, sumber mata air, limpasan bawah tanah.

Namun di beberapa bagian Negara aliran air sungai terbentuk dari air yang berasal dari lelehan es atau salju yang mencair. Selain itu juga, sungai juga mengalirkan sebuah sedimen dan polutan.

Dalam sebuah pertanian, sungai merupakan kemanfaatan yang besar sebagai irigasi. Pemanfaatan lainnya juga seperti bahan baku air minum dan air bersih, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, dan bahkan memiliki potensi sebagai objek wisata sungai.

Di Indonesia sendiri untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) saat ini terdapat sekitar 5.950 aliran di seluruh Indonesia. Terutama sungai di Indonesia yang memiliki sungai terpanjang dan terbesar yang luar biasa.

B. Jenis-jenis Sungai di Indonesia

bonisena.blog.ugm.ac.id

bonisena.blog.ugm.ac.id

1. Menurut Jumlah Airnya:

  1. Sungai Permanen

Sungai permanen merupakan sungai yang sepanjang tahun debit airnya relatif tetap. Salah satu contohnya adalah sungai Kapuas yang terletak di Kalimantan. Contoh lainnya adalah sungai Kahayan, sungai Barito, sungai Mahakam di Kalimantan, sungai Musi dan sungai Indigri di Sumatra.

  1. Sungai Periodik

Sungai periodik adalah sungai yang ketika saat musim hujan tiba airnya mendadak banyak, tetapi pada saat ketika musim kemarau tiba airnya sedikit. Contoh sungai jenis tersebut sangat banyak dijumpai di pulau Jawa. Misalnya sungai Bengawan Solo, sungai Opak, sungai Progo dan sungai Conde di daerah Yogyakarta, serta sungai Brantas di Jawa Timur.

  1. Sungai Intermittent atau Sungai Episodik

Sungai ini merupakan sungai yang mengalirkan airnya pada saat musim penghujan tiba, jadi sungai jenis ini hanya mengalirkan airnya ketika musim hujan saja. Sedangkan ketika pada saat musim kemarau ada airnya tapi tidak mengalir seperti layaknya sungai pada umumnya. Misalnya sungai Kalada si pulau Sumba dan sungai Batanghari di Sumatra.

  1. Sungai Ephemeral

Sungai ephemeral yaitu sungai yang terdapat airnya hanya pada saat musim hujan saja. Namun pada intinya sungai semacam ini hampir memiliki kesamaan dengan jenis sungai episodic. Hanya saja ketika musim hujan sungai semacam ini belum tentu airnya sebanyak sungai lainnya.

2. Manurut Genetika:

  1. Sungai Konsekwen

Sungai konsekwen adalah sungai yang arah aliran airnya searah dengan kemiringan lereng.

  1. Sungai Subsekwen

Sungai Subsekwen adalah sungai yang aliran airnya tegak lurus dengan sungai konsekwen.

  1. Sungai Obsekwen

Sungai Obsekwen adalah anak sungai subsekwen yang aliran airnya berlawanan arah dengan sungai konsekwen.

  1. Sungai Insekwen

Sungai insekwen adalah sungai yang aliran airnya tidak teratur atau terikat oleh lereng daratan.

  1. Sungai Resekwen

Sungai resekwen adalah anak sungai subsekwen yang alirannya searah dengan konsekwen.

  1. Sungai Andesen

Sungai andesen adalah sungai kekuatan erosi ke dalamnya bisa mengimbangi pengangkatan lapisan batuan yang dilewatinya.

  1. Sungai Anaklinal

Sungai anaklinal adalah sungai yang arah aliran airnya mengalami perubahan karena disebabkan tidak mampu mengimbangi pengangkatannya lapisan batuan.

3. Menurut Sumber Airnya:

  1. Sungai Hujan

Sungai hujan adalah sungai yang tentunya pasti dari air hujan yang turun ke daratan. Biasanya seperti ini banyak dijumpai di pulau Jawa dan kawasan Nusa Tenggara.

  1. Sungai Gletser

Sungai gletser adalah sungai yang berasal dari melelehnya es. Peristiwa ini sering dijumpai di Negara-negara yang beriklim dingin seperti sungai Gangga di India dan sungai Rhein di Jerman.

  1. Sungai Campuran

Sungai campuran adalah sungai yang berasal dari air hujan dan lelehan es. Peristiwa ini bisa dijumpai di Papua, contohnya sungai Digul dan sungai Mamberamo.

C. Manfaat Sungai dan Manajemen Sungai

news.lewatmana.com

news.lewatmana.com

Sungai dalam kegiatan manusia juga di menej sistemnya. Tujuan tersebut supaya bisa lebih terkendali dan terkontrol guna mendapatkan manfaat dari sungai tersebut. Selain itu juga bisa mengurangi dampak yang negative terhadap kegiatan manusia.

Berikut ini beberapa manajemen yang dibuat dari sungai supaya bisa mendapatkan manfaatnya:

  1. Bendung dan Bendungan

Bendung dan Bendungan ini dibangun guna mengontrol aliran sungai yang nantinya bisa menyimpan air dan menghasilkan sebuah energy dari aliran sungai tersebut.

  1. Tanggul

Tanggul ini dibuat untuk mencegah sungai supaya air sungai mengalir tidak melampaui batas dataran banjirnya.

  1. Kanal-kanal

Kanal ini dibuat untuk menghubungkan sungai-sungai guna mentransfer air maupun navigasi.

  1. Badan Sungai

Badan sungai ini dapat dimodifikasi untuk meningkatkan navigasi atau diluruskan guna meningkatkan rata-rata aliran airnya.

Kegiatan memanajemen sungai merupakan aktivitas yang berkelanjutan. Karena sungai biasanya sangat cenderung mengulangi kembali modifikasi yang dibuat oleh manusia.

Seperti saluaran air atau sungai yang dikeruk akan kembali dangkal dengan seiring berjalannya waktu, mekanisme pintu air akan mulai memburuk, bendungan dan tanggul-tanggul akan sangat memungkinkan untuk mengalami rembesan atau kegagalan yang hebat akibatnya.

Hasil keuntungan yang dicari dalam manajemen sungai seringkali “impas” jika dibandingakan dengan dana-dana sosial ekonomis yang dikeluarkan dalam sebuah mitigasi efek buruk dari sebuah manajemen tersebut.

Misalnya di beberapa Negara berkembang, sungai telah dikungkung dalam kanal-kanal sehingga dataran banjir yang datar dapat bebas dan bisa dikembangkan. Banjir bisa menggenangi pola pembangunan, sehingga diperlukan dana yang cukup tinggi.

Akan tetapi saat ini banyak sungai yang dikembangkan sebagai salah satu wahana konservasi habitat, sebab sungai termasuk penting untuk berbagai tanaman air, ikan-ikan yang menetap dan bermigrasi, bisa membudidayakan melalui tambak, burung-burung, dan beberapa jenis mamalia.

D. Dampak Eksploitasi Berlebihan pada Ekosistem Sungai

www.mongabay.co.id

www.mongabay.co.id

Dalam sebuah Kamus Besar Bahasa Indonesia “Eksploitasi” mempunyai makna berupa “pendayagunaan; pengusahaan; pemanfaatan untuk keuntungan sendiri”, “pengisapan”, “pemerasan (tenaga manusia)”.

Sedangkan dalam bahasa Inggris Eksplotasi (exploitation) berarti “politik pemanfaatan yang secara sewenang-wenang atau terlalu berlebihan terhadap suatu subyek, hanya demi kepentingan ekonomi semata-mata tanpa mempertimbangkan rasa kepatuhan, keadilan, serta kompensasi kesejahteraan”.

Eksploitasi yang berlebihan yaitu ketika sumber daya yang dibutuhkan telah berada pada tingkat yang tidak berkelanjutan. Eksploitasi yang berlebihan bukan hanya terjadi pada ekosistem darat saja. Tetapi bisa pada sebuah ekosistem akuatik.

Ekosistem akuatik misalnya laut, danau, sungai, dan perairan lainnya yang bisa mengalami hal seperti itu. eksploitasi sumber daya akuatik bisa berupa penangkapan organisme laut yang secara berlebihan.

Penangkapan organisme laut tersebut seperti penangkapan ikan hias maupun ikan konsumsi dan pengambilan terumbu karang yang dapat mengakibatkan keseimbangan lingkungan di ekosistem laut.

E. Nama-nama Sungai di Indonesia

anekatop10.com

anekatop10.com

Nama-nama sungai di Indonesia beserta gambar dan penjelasannya di bawah ini berdasarkan paling panjang yang terdapat di Indonesia.

1. Sungai Kapuas

www.panoramio.com

www.panoramio.com

Panjang Sungai : 1.143 km
Mata Air : Pengunungan Muller
Hilir : Selat Karimata
Lokasi : Pulau Kalimantan (Provinsi Kalimantan Barat)

2. Sungai Mahakam

undas.co

undas.co

Panjang Sungai : 920 km
Hilir : Selat Makasar
Lokasi : Pulau Kalimantan (Provinsi Kalimantan Timur)

3. Sungai Barito

anwmagz.blogspot.com

anwmagz.blogspot.com

Panjang Sungai : 909 km
Mata Air : Pengunungan Muller
Hilir : Laut Jawa
Lokasi : Pulau Kalimantan (Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Kalimantan Selatan)

4. Sungai Batanghari

oldlook.indonesia.travel

oldlook.indonesia.travel

Panjang Sungai : 800 km
Mata air : Gunung Rasan
Hilir : Muara Sabak (bagian Timur Pulau Sumatera)
Lokasi : Pulau Sumatera (Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi)

5. Sungai Musi

indonesiaexplorer.net

indonesiaexplorer.net

Panjang Sungai : 750 km
Mata air : Daerah Kepahiang, Bengkulu
Hilir : Daerah Sungsang (bagian Timur Pulau Sumatera)
Lokasi : Pulau Sumatera (Provinsi Sumatera Selatan)

6. Sungai Membramo

xykids.kidnesia.com

xykids.kidnesia.com

Panjang Sungai : 670 km
Mata air : Pertemuan beberapa anak sungai (Sungai Tariku, Van Sungai Daalen, Sungai Taritatu)
Hilir : Samudera Pasifik
Lokasi : Pulau Papua (Provinsi Papua)

7. Sungai Bengawan Solo

www.jalansolo.com

www.jalansolo.com

Panjang Sungai : 548 km
Mata air : Gunung Lawu
Hilir : Laut Jawa
Lokasi : Pulau Jawa (Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur)

8. Sungai Digul

www.alltutorials.info

www.alltutorials.info

Panjang Sungai : 525 km
Mata air : Pengunungan Maoke
Hilir : Laut Arafuru
Lokasi : Pulau Papua

9. Sungai Indragiri

500px.com

500px.com

Panjang Sungai : 500 km
Mata Air : Berasal dua sungai yaitu Sungai Ombilin dan Sungai Sinamar
Hilir : Selat Malaka
Lokasi : Pulau Sumatera (Provinsi Riau)

10. Sungai Seruyan

biroseruyanrn.blogspot.com

biroseruyanrn.blogspot.com

Panjang Sungai : 350 km
Mata Air : Bagian Utara Provinsi Kalimantan Tengah
Hilir : Laut Jawa
Lokasi : Pulau Kalimantan (Kalimantan Tengah)

Nah itulah sekilas tentang informasi sungai yang bisa dipaparkan. Semoga bisa menambah ilmu dan menjadi bermanfaat bagi kita semua.

10 Comments

  1. tutyqueen September 15, 2016
    • aqieb September 16, 2016
  2. Public Speaking Semarang September 20, 2016
  3. Tya Napitupulu September 22, 2016
    • aqieb September 22, 2016
  4. Nurin Ainistikmalia September 22, 2016
  5. Lubena ali September 25, 2016
    • aqieb September 26, 2016
  6. bundashidqi lia September 25, 2016
    • aqieb September 26, 2016

Leave a Reply